Share Up To 110 % - 10% Affiliate Program

Pendahuluan Laporan Prakerin PT.EAST WEST SEED INDONESIA


A.    Latar Belakang
Hortikultura merupakan salah satu tanaman budidaya. Jenis-jenis tanaman hortikultura dapat berupa sayur-sayuran, serta buah-buahan. Jenis-jenis dari hortikultura ini banyak yang dijadikan pendamping makanan atau bahan pangan utama. Sebab, didalam sayuran atau buah-buahan banyak mengandung gizi serta vitamin yang tinggi. Oleh karena itu, tanaman hortikultura dapat dijadikan komoditas pasar yang menjanjikan.
Kauliflower merupakan salah satu dari tanaman hortikultura yang memiliki banyak manfaat. Tanaman ini biasanya dimasukkan ke dalam penganan pendamping seperti sup, acar, sayur, pecel, dll. Sehingga kauliflower menjadi salah satu komoditas yang laku di pasaran. Guna memenuhi permintaan pasar tersebut, para petani di Indonesia harus mampu untuk memproduksi tanaman kauliflower sendiri.
Di Indonesia, produsen benih unggul hortikultura masih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan produsen benih tanaman pangan. Sehingga kemampuan para produsen benih hortikultura yang ada di Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan petani dalam negeri (Baihaki, 2010). Akhirnya, petani lebih sering menggunakan benih lokal hasil mereka sendiri tanpa memperhatikan produktivitas.
Sedikitnya jumlah produsen benih hortikultura di Indonesia, disebabkan sulitnya daerah dan teknik untuk membudidayakan jenis Hortikultura. Salah satunya adalah kauliflower. Untuk membudidayakan kauliflower terutama untuk tujuan produksi benih memerlukan teknik yang khusus dan kompleks. Oleh karena itu, dengan memperhatikan teknik budidaya produksi benih yang baik, efektif, dan efisien maka diharapkan ketersediaan benih unggul khususnya hortikultura dapat terpenuhi.
PT East West Seed Indonesia sebagai perusahaan benih hortikultura yang memiliki visi menjadi perusahaan benih nomor satu di Indonesia bertekad memenuhi ketersediaan benih bermutu. Saat ini PT East West sudah berhasil menemukan kauliflower varietas baru yang khusus dapat ditanam di dataran rendah. Varietas tersebut bernama PM 126. Dengan ditemukan varietas tersebut, diharapkan kebutuhan pasar Indonesia terhadap kauliflower dapat dipenuhi.
PT East West Seed Indonesia selalu melakukan inovasi di setiap pekerjaannya. Dengan motto “Inovasi atau Mati”, PT East West mendukung ketersediaan benih bermutu, peran teknologi, serta sumber daya manusia yang memadai kontribusi di dalamnya. Hal tersebut yang menjadi salah satu alasandilakukannya Praktik Kerja Lapang di PT EWSI. Praktik Kerja lapang ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengalaman penulis dalam berinteraksi dengan dunia perbenihan secara nyata.

B.    Maksud dan Tujuan
Tujuan dari dilaksanaannya Praktik Kerja Lapang di PT EWSI dengan judul Kultivasi Untuk Produksi Benih kauliflower antara lain :
  1. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam bidang teknologi industri benih, khususnya di bidang produksi benih.
  2. Meningkatkan keterampilan di bidang profesi, menumbuhkan jiwa wirausaha, dan dapat mengidentifikasi masalah di lapangan serta memecahkannya.
  3. Mengetahui teknik kultivasi untuk produksi benih kauliflower secara baik dan benar agar memperoleh benih bermutu

C.    Manfaat Praktek Kerja Industri
  1. Bagi Siswa
a)     Sebagai persiapan diri dan bakal untuk terjun kemasyarakat atau dunia industri.
b)     Sebagai bahan perbandingan siswa terhadap ilmu yang diperoleh di sekolah.
c)      Kesempatan memperdalam ilmu maupun memahami profesi dalam suatu kehidupan nyata.
  1. Bagi Sekolah Menengah Kejuruan
a)     Membantu sekolah untuk mengenalkan siswa pada dunia nyata.
b)     Sebagai evaluasi dan meningkatkan kurikulum dimasa depan.
  1. Bagi Perusahaan
Membantu memecahkan masalah-masalah industri yang dihadapi oleh perusahaan sesuai kapasitas keilmuan yang dimiliki oleh siswa yang bersangkutan.

D.   Metode Pelaksanaan
Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) ini dilaksanakan dengan menggunakan beberapa metode:
  1. Observasi Lapang
Kegiatan observasi lapang dilaksanakan di kantor pusat PT East West. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lapang, perkenalan staf-staf perusahaan, serta berbagai tanaman yang telah diproduksi oleh PT EWSI. Lokasi lahan yang di observasi meliputi wilayah farm PT EWSI yang terletak di Purwakarta, Wanayasa (Purwakarta), serta Cisarua (Lembang).
  1. Peran serta aktif dalam kegiatan perusahaan
Peran serta aktif dalam kegiatan yang dilakukan pada perusahaan di farm R and D PT EWSI yang berada di Cisarua (Lembang). Selama kegiatan ini dilakukan, penulis dibimbing 2 orang pembimbing lapang yang membimbing serta mengawasi kegiatan yang dilakukan setiap harinya.
Jam kerja yang diberikan kepada penulis sama dengan karyawan lapang yaitu mulai dari hari Senin sampai dengan Kamis masuk Pukul 07.00-16.00. istirahat dilaksanakan pada pukul 12.00-13.00. Pada hari jum’at, jam kerja dimulai dari pukul 07.00-16.30 dan istirahat pukul 11.30-13.00. Pada pagi hari pukul 07.00-08.00 dilaksanakan kegiatan Jum’at bersih.
Kegiatan yang dilakukan mencakup seluruh kegiatan di crop kauliflower. Kegiatan tersebut meliputi persiapan tanam, persemaian, penanaman, pemeliharaan (pemupukan, penyiraman, pengendalian HPT, pengendalian gulma), serta panen.
  1. Wawancara dengan pihak terkait
Selama kegiatan Prakerin berlangsung, dilakukan wawancara dengan pihak terkait baik tentang perusahaan. Dari hasil wawancara tersebut, penulis mendapatkan data yang dapat membantu dalam pembuatan laporan tugas akhir serta menambah pengetahuan penulis tentang teknik budidaya.
  1. Studi Pustaka
Selama kegiatan Prakerin berlangsung, studi pustaka dilakukan untuk menambah pengetahuan dan wawasan penulis tentang kultivasi tanaman kauliflower. Selain itu, studi pustaka juga dilakukan untuk mengumpulkan data-data sekunder sebagai pendukung pembuatan laporan Tugas Akhir.

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.